Sabtu, 02 Februari 2013

Makalah Kebudayaan Korea-Indonesia

Diposkan oleh Endah Risnawati di 01.02


Hubungan Internasional Indonesia – Korea
Dalam Bidang Kebudayaan

Makalah
Dalam Rangka Memenuhi Tugas Pendidikan Kewarganegaraan

Disusun Oleh:
Kelompok 2

Nama Kelompok   :
1.   Dedi Tri Wijaya
2.   Endah Risnawati
3.   Endang Yuli Santika
4.   Erika Sisteria
5.   Hertia Aslamia
6.   Lita Aristin
7.   Nova Ayu Wulandari
8.   Yodi A

Kelas                      : XI IPA 2

Guru Pembimbing : RA. Aliyah S.Pd

SMA NEGERI 9 PALEMBANG
TAHUN PEMBELAJARAN 2012-2013

 i




Kata Pengantar

            Puji dan syukur marilah senantiasa kita panjatkan atas kehadirat allah SWT yang selalu melimpahkan rahmat-Nya untuk kita semua, serta rasa syukur selalu kami ucapkan karena nikmat kesehatan-Nya kami dapat menyelesaikan makalah Pendidikan Kewarga Negaraan  ini tepat pada waktunya. Makalah ini kami susun untuk  memenuhi tugas dari Guru Pendidikan Kewarga Negaraan. Materi ini sangat berguna untuk kita,  dengan selesainya makalah ini kami berharap semoga dapat membantu teman-teman dalam memahami materi tentang Hubungan Internasional Negara Indonesia Dengan Negara Korea dalam bidang Kebudayaan serta menambah ilmu pengetahuan dan memperluas wawasan tentang bagaimana Hubungan Internasional Negara Indonesia Dengan Negara Lain. Namun jika dalam makalah ini banyak terdapat kesalahan kami mohon maaf, karena kami juga masih dalam proses belajar. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat di harapkan untuk memperbaiki makalah ini.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.


                                                                                                Palembang,         Januari 2013


                                                                                                Penulis,









ii


Daftar Isi

Halaman Judul ...................................................................................................................... . i
Kata Pengantar ...................................................................................................................... .ii
Daftar Isi................................................................................................................................. iii

Bab 1 Pendahuluan
1.1   Latar Belakang ................................................................................................... .1
1.2   Rumusan Masalah ............................................................................................. .3
1.3   Tujuan Penulisan ............................................................................................... .3
1.4   Manfaat Penelitian ............................................................................................ .3
1.5   Metode penelitian............................................................................................... .3

Bab II Pembahasan
            2.1 Sejarah masuknya kebudayaan korea di indonesia....................................... .4
            2.2 Keadaan Indonesia sebelum pengaruh dari korea......................................... .6
            2.3 Bentuk Pengaruh Kebudayaan Korea di Indonesia.......................................8
            2.4 Dampak dari pengaruh kebudayaan Korea di Indonesia.............................12       2.5 upaya mengurangi demam Korea bagi fans yang terlalu fanatik  ..............16
Bab II Penutup
            3.1 Kesimpulan .................................................................................................20











Bab I
Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Kebudayaan adalah hasil karya pemikiran manusia yang dilakukan dengan sadar dalam kehidupan kelompok. Unsur-unsur potensi budaya yang ada pada manusia antara lain pikiran (cipta), rasa, dan kehendak (karsa). Untuk menjadi manusia sempurna, ketiga unsur kebudayaan tersebut tidak dapat dipisahkan. Kebudayaan bersifat dinamis dan selalu berubah seiring perkembangan zaman.
Perubahan kebudayaan ini telah terjadi sejak zaman pra-sejarah yaitu berubahnya pola hidup berburu dan meramu menjadi pola hidup bercocok tanam tingkat lanjut dan perundagian, perubahan kebudayaan disebabkan oleh banyak faktor, salah satu faktor pendukungnya adalah adanya kontak dengan kebudayaan lain. Seperti contohnya saat ini masuknya kebudayaan korea di indonesia atau yang dikenal sebagai “korean wave” ini sedang menjamur.
Budaya korea adalah salah satu budaya yang cukup banyak memberikan pengaruh kepada para remaja Indonesia. Salah satu dampak kebudayaan korea yang nampak sekali di Indonesia adalah kemunculan boyband atau girlband Indonesia di tanah air. Boyband atau girlband tanah air ini juga turut memeriahkan perindustrian musik Indonesia dengan gaya musik dan penampilan mereka yang terinspirasi dari boyband atau girlband Korea.
Budaya korea juga memiliki dampak negatif dan positif bagi para remaja Indonesia. Salah satu dampak positif dari budaya korea adalah para remaja Indonesia dapat mengetahui kebudayaan dari negara lain. Adapun  dampak negatif dari masuknya budaya korea ke Indonesia adalah adanya beberapa kebiasaan dari Korea yang tidak bisa diterapkan di Indonesia, ditiru oleh para remaja Indonesia.
1


Masuknya budaya korea di Indonesia juga menjadikan beberapa orang memanfaatkan minat para remaja Indonesia sebagai ajang untuk mencari keuntungan. Rasa antusias para remaja Indonesia yang sangat besar terhadap budaya Korea itulah yang mendorong kita untuk bisa meneliti tentang kehidupan mereka setelah mereka mengenal korea, apalagi kebudayaan Korea tumbuh di Indonesia dikarenakan menjamurnya serial drama Korea dan beberapa boyband dan girlband korea.

            Dengan tersebarnya Kebudayaan Korea di Indonesia, pemerintah Korea mendapatkan banyak keuntungan diantaranya menambahkan keakraban diantara dua negara, tidak hanya pemerintah Korea yang mendapatkan keuntungan pemerintah Indonesia pun mendapatkan keuntungan seperti pelakasanaan berbagai konser di Indonesia yang mendatangkan banyak Girlband dan Boyband dari Korea pemerintah mendapatkan keuntungan berupa pajak dari tempat, tiket serta pihak keamanan. Selain pemerintah konser-konser yang dilaksanakan juga mendatangkan peluang bisinis bagi para masyarakat setempat seperti penjualan pernak-pernik korea dan makanan.

            Karena banyaknya manfaat serta dampak yang berpengaruh terhadap Indonesia
baik kepada pemerintah maupun masyarakat khususnya para remaja. Maka kami bermaksud membahas materi ini lebih dalam agar mengetahui secara detail mengenai awal masuknya kebudayaan Korea hingga cara untuk mengurangi demam Korea bagi fans yang terlalu fanatik.












2


1.2 Rumusan Masalah
1.2 Rumusan Masalah
          Adapun rumusan masalah yang dapat kami ambil dari latar belakang tersebut adalah sebagau berikut:
1. Bagaimana sejarah masuknya kebudayaan  Korea di Indonesia ?
2. Bagaimana situasi Indonesia sebelum pengaruh dari Kebudayan Korea?
3. Apa saja bentuk-bentuk pengaruh kebudayaan Korea di Indonesia?
4. Apa saja dampak dari pengaruh kebudayaan Korea di Indonesia?
5. Bagaimana upaya mengurangi demam Korea bagi fans yang terlalu fanatik?

1.3 Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui seberapa  besar budaya  Korea mempengaruhi Indonesia
      2. Untuk mengetahui dampak negatif dan positif lahirnya budaya Korea di Indonesia.

3. Untuk mengetahui seberapa besar minat para remaja terhadap budaya Korea.

1.5 Manfaat Penelitian
1. Mengetahui berbagai budaya yang ada di Korea
2. Mengetahui perilaku remaja akibat lahirnya budaya korea di Indonesia
3. Menghindari dampak negatif dari budaya Korea.
1.6 Metode Penelitian
1. Media Massa                                                                
            Mengambil berbagi data yang diperlukan dari internet.



3

Bab II
Pembahasan

2.1 Sejarah masuknya kebudayaan korea di indonesia

            Piala Dunia 2002 telah sukses diselenggarakan di Korea Selatan dan jepang. Korea sebagai tuan rumah sukses menempati urutan ke empat dan  keluar sebagai kekuatan baru Asia dalam dunia sepakbola yang semakin melambungkan nama Korea Selatan di mata dunia. Korea selatan yang menjadi perhatian dunia pada penyelenggaraan piala dunia 2002 tentu membuat Negara-negara di dunia banyak meliput tentang Negara ini. Setelah berakhirnya perhelatan akbar piala dunia bukan berarti membuat Korea tidak lagi eksis di dunia, justru inilah titik balik kebangkitan Korsel di dunia, khususnya di dunia hiburan.
Beberapa waktu menjelang selama maupun sesudah piala dunia diselenggarakan di Korsel, beberapa stasiun televisi swasta tanah air gencar bahkan bersaing menayangkan drama maupun film Korsel. Masyarakat Indonesia yang pada saat itu tengah jenuh dengan tayangan Bollywood, telenovela, dan sinetron-sinetron Indonesia langsung menyambut baik masuknya drama serta film Korea di Indonesia.
Keberhasilan drama Korea mengambil hati masyarakat Indonesia terbukti dengan tingginya minat penonton terhadap drama  Korea yang pertama kali ditayangkan saat itu, yaitu Endless love. Sukses Endless love membuat stasiun televisi local lebih gencar mengimpor  drama dari negeri gingseng. Drama seperti Winter Sonata, Full House, Princess Hours sampai Boys Before Flower  tak kalah suksesnya menarik perhatian masyarakat. Bahkan, para pemain yang ada dalam drama-drama tersebut telah menjadi idola baru di kalangan masyarakat Indonesia.
Tidak hanya dramanya saja, Korea juga telah menyerbu dunia hiburan lewat musik, boyband dan girlband yang menjadi ikon music korea telah berhasil membius masyarakat Indonesia, khususnya kalangan remaja.


4


K-Pop atau Korean Pop menggema dimana-mana, bahkan bisa dibilang k-pop mampu menyaingi ketenaran western pop di Indonesia. kini musik Korea sudah berkembang dan mulai akrab di telinga kita. Lagu yang menjadi soundtrack atau backsound dalam drama Korea yang easy listening dan ear-catching menjadi lebih gampang diterima oleh para pemirsa. Musik K-pop juga sudah mulai dikenal di dunia.
Mengusung genre musik dance atau pop yang berkiblat ke barat diimbangi dengan kemampuan menari dan wajah yang menawan serta body yang proporsional membuat mereka laku di pasaran.
Penampilan mereka tentu didukung juga dengan gaya berbusana yang “Korea banget” dengan memadukan warna-warna cerah dan nuansa ceria yang membuat penampilan mereka modis dan memberi kesan imut. Orang Korea sungguh sadar akan kecantikan, sikap ini membuat banyak label fashion dunia melirik pasar Korea.
Drama Korea datang membawa tontonan ringan yang bertemakan keluarga dan berbagai konflik di dalamnya, yang dibungkus sedemikian rupa sehingga menarik untuk ditonton. Tentu drama Korea ini segera digandrungi masyarakat yang memang menginginkan sesuatu yang baru. Dan memang kenyataannya, masyarakat sangat antusias menonton drama Korea. Drama Korea Endless Love yang dtayangkan pada tahun 2002 menjadi awal penyebaran Korean Wave. Sinetron produksi stasiun televisi KBS (Korean Broadcasting Station atau televisi pemerintah Korea) yang di negara asalnya meraih sukses yang besar telah dibeli hak siarnya untuk diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia saat itu. 
Romantisme dan kisah tragis yang menyedihkan senantiasa mewarnai drama ini sehingga Endless Love sukses memikat hati para pemirsa yang sebagian besar kaum hawa. Selain itu drama ini juga diperankan oleh aktor dan aktris yang good looking dan memiliki kemampuan akting yang memukau. Berdasarkan survei AC Nielsen Indonesia, Endless Love rating-nya mencapai 10 (ditonton sekitar 2,8 juta pemirsa di lima kota besar), mendekati Meteor Garden dengan rating 11 (sekitar 3,08 juta pemirsa) (Kompas, 14 Juli 2003).

5


 Bahkan stasiun televisi lain pun juga mulai menayangkan sinetron Korea. Trans TV pada tahun 2002 yang lalu menayangkan sinetron Glass Shoes dan Lover. TV7 pada tahun 2003 menayangkan Beautiful Days. Selain Indosiar, Trans TV, dan TV7, SCTV pun selama kurun waktu 2002 -2003 juga menayangkan beberapa sinetron Korea berjudul Invitation, Pop Corn, Four Sisters, Successful Bride Girl, Sunlight Upon Me dan Winter Sonata. Namun, di antara sinetron-sinetron tersebut, yang paling popular dan mendapatkan hati di masyarakat Indonesia adalah sinetron Winter Sonata. Khusus sinetron yang disebut terakhir ini, SCTV telah menayangkannya pada tahun 2002 setiap Senin pukul 19.00. Sedangkan, sejak September 2004 ini, Indosiar juga menayangkan ulang sinetron ini setiap Senin – Kamis sore pukul 15.30. Melihat fenomena seperti ini, satu hal yang bisa dilihat adalah besarnya keinginan sebagian masyarakat Indonesia untuk menonton sinetron ini walaupun telah ditayangkan sebelumnya.
2.2 Keadaan Indonesia sebelum pengaruh dari korea
Jauh sebelum drama Korea mengudara di Indonesia, masyarakat Indonesia telah disuguhi sinetron maupun film import  seperti Bollywood dan telenovela. Bollywood yang membawa ciri khas India dengan nyanyian serta tarian di setiap filmnya telah lebih dahulu mengmbil hati masyarakat. Muncullah idola Bollywood di kalangan masyarakat Indonesia seperti Shah Rukh Khan, Kajol, dll. Dalam waktu yang hampir bersamaan, masuk pula sinetron-sinetron dari Spanyol maupun Mexiko yang kita kenal dengan istilah Telenovela. Telenovela sendiri tak kalah sukses dari Bollywood di pasaran.
Selain itu, Indonesia juga banyak menayangkan sinetron-sinetron yang bertema kolosal seperti Angling Dharma, Misteri Gunung Merapi, Jaka Sembung, dll. Selain drama kolosal, Indonesia juga gemar menayangkan sinetron yang bertemakan komedy takhayyul seperti Jin dan Jun, Tuyul dan Mbak Yul, Jinnie Oh Jinnie dan masih banyak lagi. 

6
  

Sinetron maupun film yang disebutkan di atas sempat merajai layar kaca di Indonesia. Namun seiring berjalannya waktu, masyarakat Indonesia menjadi bosan karena disuguhi dengan tontonan yang kesannya itu-itu saja. Masyarakat Indonesia sudah capek akan tarian bintang Bollywood, capek akan sinetron telenovela, serta capek akan sinetron buatan dalam negeri yang kebanyakan bertema tidak masuk akal.
Masyarakat Indonesia menginginkan tontonan ringan namun berbobot yang cocok untuk keluarga. Di saat yang sangat tepat inilah drama korea masuk ke Indonesia untuk pertama kalinya. Selain drama, korea juga berpengaruh terhadap industri musik Indonesia.
Pada tahun 70an, perkembangan musik di Indonesia di dominasi oleh musik-musik perjuangan seperti garuda pancasila, tanah airku, halo-halo bandung dan masih banyak lainnya yang selanjutnya disusul dengan didominasinya musik dari group band koesplus. Kemudian pada tahun 90an musik Indonesia beralih ke musik dangdut, bahkan yang dahulunya seorang penyanyi pop beralih menjadi penyanyi dangdut sehingga muncul dan berkembang menjadi pop dangdut. Musik Indonesia mulai bergejolak saat tahun 2000an yang semakin banyak kaula muda yang mempunyai kepercayaan diri lebih untuk mengeksplore karya mereka melalui kompetisi musik indie dan semenjak saat itu mulai banyak bermunculan band tanah air yang meramaikan musik di Indonesia.

Musik di Indonesia telah banyak dipengaruhi dari negara lain seperti, musik bergaya Barat (Amerika Latin, Inggris), Asia (Jepang, Cina, India, Melayu). Awalnya Indonesia terpengaruh oleh musik bergaya barat yang mempunyai penyanyi terkenal seperti celine dion, beyonce, britney spears, the beatles, gun n roses, micahel jackson bahkan beberapa boyband yang pada saat itu telah membius masyarakat Indonesia dengan musiknya yang menarik dengan formasi yang berbeda dengan penyanyi lain seperti, backstreet boys, westlife telah menggeser posisi yang lainnya.


7


 Namun pada saat Amerika Latin muncul dengan serial televisinya yang disebut telenovela maka musiknya pun ikut mencuri perhatian masyarakat Indonesia, dari sinilah pengaruh musik Amerika Latin dapat dirasakan. Tetapi tidak lama setelah itu, muncullah film yang berasal dari India. Pada saat itu film India sangat digemari oleh masyarakat Indonesia, terlebih lagi di dalam film India terdapat unsur musik dan tarian yang semakin menambah ketertarikan terhadap film tersebut. Dari film inilah musik India menginspirasi para musisi Indonesia dalam menciptakan lagu yang dibuat lebih ke genre musik dangdut.
Tetapi semakin berkembangnya zaman, semakin berkembang pula musik di dunia serta mempengaruhi juga gaya bermusik Indonesia. Setelah era musik India mulai meredup, musik bergaya barat mulai bergairah kembali. Dengan aliran musik yang upbeat, musik barat kembali menguasai pasar dunia. Hal ini mempengaruhi perkembangan musik Indonesia yang kembali terinsirasi oleh musik bergaya barat bahkan tidak sedikit penyanyi yang terinspirasi oleh musik bergaya barat seperti Agnes Monica.
Namun hal ini perlahan-lahan tergantikan posisinya dengan pengaruh dari negara Asia bagian Timur yaitu Taiwan, Jepang dan Korea. Pada awalnya Taiwan yang lebih dulu masuk ke industri musik Indonesia, dengan boyband yang bernama f4 musik taiwan menembus pasar Asia Timur hingga Asia Tenggara bahkan hampir ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Kemudian dari Jepang terdapat band yang menembus permusikkan Indonesia yaitu Laruku dan AKB48, yang menginspirasi kembali para musisi seperti j-rock dan JKT48 yang merupakan masih bagian dari AKB48 dari Jepang. Kemudian muncullah musik korea yang disebut K-pop
2.3 Bentuk Pengaruh Kebudayaan Korea di Indonesia
            Akhir-akhir ini banyak pengaruh kebudayaan  Korea yang mulai merebak di banyak negara Asia, termasuk Indonesia. Mungkin banyak dari beberapa lapisan masyarakat yang tidak atau belum menyadari bahwa Indonesia pun tidak luput dari pengaruh budaya Korea ini. Berikut ini adalah bentuk-bentuk pengaruh Korea yang bertransformasi di Indonesia :

8
  

1.      Drama
Keberhasilan drama Korea mengambil hati masyarakat Indonesia terbukti dengan tingginya minat penonton terhadap drama  Korea yang pertama kali ditayangkan saat itu, yaitu Endless love.
Sukses Endless love membuat stasiun televisi lokal lebih gencar mengimpor  drama dari negeri gingseng. Drama seperti Jewel in The Palace, Princess Hours, Coffee Prince, Winter Sonata, Full House,  My Sassy Girl Chunhyang , hingga Boys Before Flower  tak kalah suksesnya menarik perhatian masyarakat. Bahkan, para pemain yang ada dalam drama-drama tersebut telah menjadi idola baru di kalangan masyarakat Indonesia.
Drama Korea datang membawa tontonan ringan yang bertemakan keluarga dan berbagai konflik di dalamnya, yang dibungkus sedemikian rupa sehingga menarik untuk ditonton. Tentu drama Korea ini segera digandrungi masyarakat yang memang menginginkan sesuatu yang baru. Dan memang kenyataannya, masyarakat sangat antusias menonton drama Korea. Drama Korea Endless Love yang ditayangkan pada tahun 2002 menjadi awal penyebaran Korean Wave.
Sinetron produksi stasitun televisi KBS (Korean Broadcasting Station atau televisi pemerintah Korea) yang di negara asalnya meraih sukses yang besar telah dibeli hak siarnya untuk diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia saat itu. Romantisme dan kisah tragis yang menyedihkan senantiasa mewarnai drama ini sehingga Endless Love sukses memikat hati para pemirsa yang sebagian besar kaum hawa.
Selain itu drama ini juga diperankan oleh aktor dan aktris yang good looking dan memiliki kemampuan akting yang memukau. Berdasarkan survei AC Nielsen Indonesia, Endless Love rating-nya mencapai 10 (ditonton sekitar 2,8 juta pemirsa di lima kota besar), mendekati Meteor Garden dengan rating 11 (sekitar 3,08 juta pemirsa) (Kompas, 14 Juli 2003). Bahkan stasiun televisi lain pun juga mulai menayangkan sinetron Korea. Trans TV pada tahun 2002 yang lalu menayangkan sinetron Glass Shoes dan Lover.

9


TV7 pada tahun 2003 menayangkan Beautiful Days. Selain Indosiar, Trans TV, dan TV7, SCTV pun selama kurun waktu 2002 -2003 juga menayangkan beberapa sinetron Korea berjudul Invitation, Pop Corn, Four Sisters, Successful Bride Girl, Sunlight Upon Me dan Winter Sonata. Namun, di antara sinetron-sinetron tersebut, yang paling popular dan mendapatkan hati di masyarakat Indonesia adalah sinetron Winter Sonata. Khusus sinetron yang disebut terakhir ini, SCTV telah menayangkannya pada tahun 2002 setiap Senin pukul 19.00. Sedangkan, sejak September 2004 ini, Indosiar juga menayangkan ulang sinetron ini setiap Senin – Kamis sore pukul 15.30. Melihat fenomena seperti ini, satu hal yang bisa dilihat adalah besarnya keinginan sebagian masyarakat Indonesia untuk menonton sinetron ini walaupun telah ditayangkan sebelumnya.
Judul-judul drama seperti Jewel in The Palace, Princess Hours, Coffee Prince, My Sassy Girl Chunhyang hingga yang paling fenomenal Boys Before Flower menuai kepopuleran Di Indonesia. Adegan dalam drama yang dibalut dengan kisah romantis banyak memikat hati penonton. Tidak hanya romantis, seringkali adegan-adegan konyol juga mewarnai sebagian besar drama Korea sehingga cerita yang disajikan menjadi tidak begitu berat dan menyedihkan. Adegan-adegan yang ditayangkan juga tidak vulgar seperti film barat. Selain itu episode-nya juga tidak sepanjang sinetron Indonesia, hanya sekitar 16 hingga 25 episode saja. Hal-hal tersebut tentu saja membuat drama Korea langsung melejit di Indonesia. Tidak hanya menanyangkan drama Korea, Indonesia juga berusaha membuat drama yang menyerupai Drama Korea bahkan hampir mempunyai jalan cerita yang sam seperti Cinta Cenat Cenut yang diperankan oleh Boyband ternama di Indonesia yaitu Smash.
2.Musik
Kemudian muncullah musik korea yang disebut K-pop. Awalnya korea muncul dengan dramanya yang disebut drama korea. Dari drama korea yang berhasil mencuri perhatian masyarakat Indonesia bahkan hampir seluruh masyarakat dunia yang menyukai drama korea seperti full house, endless love, princess hours, stairway to heaven, winter sonata dan masih banyak yang lain, dari sinilah musik K-pop mulai menjamur keseluruh negara di dunia.

10




 Perlahan tapi pasti itulah yang dilakukan korea untuk menguasai industri musik dunia termasuk Indonesia. Dapat dilihat dari semakin banyaknya girlband dan boyband di Indonesia yang berkiblat ke musik K-pop. Bahkan baru-baru ini korea memunculkan fenomenal yang membuat musik korea semakin dikenal di dunia Internasional yaitu music video yang berjudul gangnam style telah dilihat oleh pengunjung situs tersebut sebanyak lebih dari 160juta pengunjung. Hal ini membuktikan musik korea telah berpengaruh terhadap industri musik yang ada di dunia terlebih di Indonesia.
Dilihat dari awal berkembangnya musik di Indonesia hingga saat ini, musik Indonesia telah mengalami banyak perubahan. Tetapi dalam perkembangannya, musik Indonesia semakin jarang diminati oleh masyarakat di Indonesia karena masyarakat Indonesia lebih memilih K-pop yang saat ini sedang banyak diminati.
Smash dan 7Icons merupakan boyband dan girlband Indonesia yang pertamakali menggebrak pangung musik Indonesia dari sejak itulah bermunculan berbagai girlband dan Boyband dari Indonesia seperti cherrybelle,Supergirlies,Tina with The Girls,Bexxa,Hitz,XO IX,cowboy Junior dan sebagainnya  hingga banyak ajang pencarian bakat untuk girlband dan boyband asal Indonesia untuk mendapatkan pelatihan di Korea.
3.      Fashion
Seiring dengan maraknya Drama Korea di Indonesia fashion di Indonesia  terpengaruh oleh fashion korea yang di tonton melalui drama-drama korea tersebut. selain melalui drama  Saat ini banyak kita temui model busana yang menyerupai style-nya orang Korea akibat dari munculnya boyband dan girlband di blantika musik Indonesia.
4.      Makanan
Penggemar drama Korea tergiur mencicipi makanan Korea karena sebelummnya melihat makanan tersebut dalam drama. Sekarang di Indonesa sudah sangat banyak restoran yang menyajikan menu makanan khas Korea setelah menggemanya korean wave.

11


5.      Bahasa

Karena pengaruh drama korea, sering kita jumpai terdapat banyak remaja indonesia yang sering mengucapkan sepatah dua patah kata dalam bahasa korea misalnya anyeonghaseyo, saranghae, gomawo dan sebagainya. Rasa antusias para remaja Indonesia terhadap drama dan lagu-lagu Korea menyebabkan rasa keingintahuan mereka tentang budaya dan bahasa Korea itulah membuat mereka ingin mengenal dan mempelajari budaya dan bahasa Korea tersebut. Bahkan mereka rela kursus bahasa Korea agar bisa mempelajari huruf hangeul dan berbahasa Korea.
 Tidak jarang mahasiswa Indonesia  jurusan bahasa Korea mengaku memilih jurusan tersebut karena kegemarannya pada drama Korea dan ingin mempelajari bahasa dan budayanya secara mendalam.

2.4 Dampak dari pengaruh kebudayaan Korea di Indonesia

Layaknya budaya Barat yang berkembang di Indonesia, budaya demam Korea juga pasti memberikan pengaruh positif dan pengaruh negatif bagi para remaja Indonesia. Beberapa dampak positif yang dapat kita lihat adalah :

1.      Belajar menabung
Para remaja Indonesia yang begitu mencintai kebudayaan Korea pasti akan senang berburu segala hal yang berbau Korea, bahkan tak jarang mereka rela pergi ke Korea hanya sekadar untuk membeli barang asli dari negara tersebut. Tentulah mereka harus menabung untuk bisa pergi dan membeli segala hal yang berhubungan dengan Korea. Selain itu, bagi para penggemar boyband dan girlband Korea, tentu mereka sangatlah ingin menonton konser para boyband atau girlband idola mereka secara langsung, hal ini juga mendorong mereka untuk belajar menabung dan menghemat uang jajan mereka sendiri.


12


2.       Belajar berbisnis
Bagi para remaja yang pandai berbisnis, pasti mereka tidaklah menyia-nyiakan demam Korea ini. Mereka menyediakan barang-barang yang biasanya berhubungan dengan para penyanyi, boyband dangirlband dari Korea, seperti mug bergambar, tas lukis, sepatu lukis, jaket dan bahkan T-shirt by request. Selain bisa mendapatkan informasi tentang Korea, mereka juga bisa belajar berbisnis.

3.      Menambah teman dan pengalaman
Para remaja yang mencintai musik Korea akan membentuk komunitas yang bernama Kpopers. Biasanya mereka akan membentuk beberapa kelompok sesuai dengan nama boyband atau girlband yang mereka sukai, kelompok ini dinamakan fandom. Mereka bisa saling bertukar informasi, membuat suatu acara pertemuan sesama para Kpopers (fanmeeting), mereka bisa belajar bahasa Korea bersama-sama dan bahkan belajar dance dalam acara fanmeeting tersebut.
Selain itu, para penggemar Korea biasanya gemar sekali membaca dan membuat FF. FF atau Fan fiction adalah sebuah cerita fiksi yang dibuat oleh penggemar berdasarkan kisah, karakter atau setting yang sudah ada. Fanfic biasanya berlaku untuk film, komik, novel, selebritis dan karakter terkenal lainnya. Selain bisa menyenangkan pembaca, fanfic juga dapat membuat para penggemar Kpopers untuk bisa berimajinasi dengan membuat cerita fiksi tersebut.

Adapun dampak negatif munculnya demam Korea di Indonesia adalah sebagai berikut :

1.      Perilaku hidup boros
Para remaja yang begitu terobsesi kepada musik K-pop, drama Korea, bahkan produk-produk yang berasal dari Korea, membuat mereka mengeluarkan banyak uang hanya untuk sekadar membeli DVD, menonton konser, dan pergi ke Korea hanya untuk berburu barang-barang asli Korea. Meskipun mereka menabung untuk mendapatkan barang-barang tersebut, 

13


namun hal itu juga bukanlah hal yang baik karena uang yang begitu banyak dikumpulkan terbuang sia-sia hanya untuk sesuatu yang tidak perlu.

2.      Munculnya Fanwar
Setiap orang mempunyai selera musik yang berbeda. Karena ada perbedaan selera musik atau perbedaan suatu kegemaran itulah yang membuat masing-masing  fandom pasti juga mempunyai antis atau orang yang tidak menyukai suatu boyband atau girlband tersebut. Perbedaan itulah yang memicu suatu fanwar atau peperangan antar fans. Biasanya hal ini banyak terjadi di dunia maya.
Terlebih lagi, akibat kemunculan para boyband dan girlband Indonesia yang mengikuti gaya Korea, membuat para Kpopers kurang menyukai Ipopers (pecinta boyband dan girlband Indonesia). Para Kpopers menganggap para  boyband  dan  girlband  Indonesia meniru kebudayaan Korea, sedangkan para Ipopers menuduh Kpopers tidak mencintai produk lokal. Hal ini menjadikan perseteruan yang sangat sengit antara pecinta musik Korea dengan pecinta musik Indonesia.
Tentulah hal ini bukan hal yang baik bagi para remaja karena mereka menjadi terbiasa untuk berkelahi dan merasa paling hebat dalam suatu hal.

3.      Munculnya unsur pornografi dan pornoaksi
Selain bergaya hidup boros dan sering fanwar, para pecinta Korea yang gemar sekali membaca ataupun menulis FF, mulai mengembangkan gaya fanfic yang awalnya hanya cerita fiksi biasa menjadifanfic yang ceritanya mengandung unsur pornoaksi. FF ini dinamakan FF NC atau FF No Child, biasanya FF NC diberikan rating sesuai dengan batas usia yang boleh membacanya, mulai dari rating 17+ , 21+ sampai 25+. FF jenis ini dapat dengan mudah ditemukan di dalam blog atau bahkan di dalam situs jejaring sosial Facebook. Walaupun ada beberapa blog yang masih memperhatikan moral para remaja Indonesia dengan memberikan password untuk FF NC , namun tak jarang pula anak-anak yang masih di bawah umur memaksa untuk membacanya dan mengetahui passwordnya.

14


 Hal ini akan menjadi semakin buruk apabila yang membuat jenis cerita seperti itu adalah anak-anak di bawah usia 17 tahun. Selain FF NC, para pecinta Korea juga gemar membuat FF yuri dan FF yaoi, FF yuri dan yaoi adalah cerita fiksi yang mengisahkan tentang percintaan sesama jenis. Tentu hal ini sangat merusak mental dan moral para remaja Indonesia yang akhirnya dapat berakibat ke dalam kehidupan mereka sehari-hari, mereka bisa menganggap percintaan sesama jenis adalah hal yang biasa.
Sedangkan bagi para Kpopers yang pandai mengedit foto, maka mereka akan mengedit foto(fanmade) yang mengandung unsur pornografi dan membagikan foto-foto tersebut ke dalam situs jejaring sosial.
Akhirnya, moral para remaja pecinta Korea mulai diracuni dengan hal yang berbau pornoaksi dan pornografi, hal ini dapat berakibat fatal  bagi para pecinta korea yang masih di bawah umur, mereka dengan cepat bisa mengerti dan belajar tentang hal-hal yang seharusnya belum perlu mereka ketahui. Kata-kata yang dianggap tabu untuk diucapkan di depan umum juga dianggap biasa oleh para remaja Indonesia yang sangat mencintai Korea itu.
Oleh karena itu, sangatlah penting bagi kita untuk bisa memilah-milah apa saja yang menguntungkan dalam dunia perkpopers-an dan apa-apa saja yang harus kita hindari, apalagi dengan adanya jejaring sosial dan blog yang dapat memberikan segala sesuatu kepada para pecinta Korea menjadikan mereka semakin berhati-hati dalam memilih mana hal baik dan tidak baik.

4.      Lebih mencintai budaya korea dibandingkan budaya negeri sendiri
Rasa fanatisme para remaja Indonesia terhadap budaya korea menyebabkan remaja
indonesia lebih lebih tertarik untuk mempelajari  kebudayaan korea seperti dance, bahasa korea, dan sebagainya dibandingkan mempelajari kebudayaan Indonesia seperti tari-tari tradisional Indonesia dan sebagainya.



15


masyarakat Indonesia cenderung lebih menyukai produk korea. Seperti lagu korea, musik korea, boyband/girlband korea. Dan berkurangnya rasa cinta dan kebanggaan terhadap budaya Indonesia sendiri. Mereka terlalu mendewa-dewakan produk korea tersebut dan menganggap bahwa produk Indonesia tidak ada apa-apanya. Masyarakat menyita waktu mereka untuk menonton drama korea yang dapat mereka tonton di televisi atau DVD. 

5.     Jadi  malas belajar dan nilai/prestasi menurun.

Para pelajar Indonesia terkadang lebih mementingkan untuk menonton drama-drama korea atau mendengarkan lagu-lagu korea dibandingkan belajar. Selain itu,  mereka juga lebih suka mencari informasi tentang korea melalui internet dari pada mencari tentang pelajaran.

2.5 upaya mengurangi demam Korea bagi fans yang terlalu fanatic
Fanatik adalah suatu istilah yang digunakan untuk menyebut suatu  keyakinan atau suatu pandangan tentang sesuatu yang positif atau  yang negative. Secara psikologis, seseorang yang fanatik biasanya tidak mampu  memahami apa-apa yang ada di luar dirinya, tidak faham terhadap  masalah orang atau kelompok lain, tidak mengerti faham atau filsafat  selain yang mereka yakini.

Tanda-tanda yang jelas dari sifat fanatik  adalah ketidak mampuan memahami karakteristik individual orang lain  yang berada diluar kelompoknya, benar atau salah. Fanatisme dapat dijumpai di setiap lapisan masyarakat, di negara  maju, maupun di negara terbelakang, pada kelompok intelektual maupun  pada kelompak awam, pada masyarakat beragama maupun pada masyarakat atheis.



16


Gejala maraknya fanatisme buta sedang melanda dunia,  terutama tumbuh subur di kalangan orang muda. Bentuk-bentuk  fanatisme buta ini sudah mengarah kepada perilaku yang membahayakan sehingga perlu dikaji secara seksama. Salah satunya adalah fanatisme terhadap Korean Wave. 
Akibat dari adanya fenomena  Korean Wave menimbulkan efek luar biasa yang kian menjalar dan secara kontinyu akan mengikis minat untuk mempelajari kultur budaya di negeri sendiri. Jika hal ini berlangsung secara terus-menerus, tentunya akan dapat menimbulkan kebingungan identitas diri pada remaja Indonesia. Tindakan-tindakan yang berlebihan dan sangat diluar batas tersebut merupakan dampak dari kefanatikan mereka pada Korea Idol akibat menjamurnya Korean Wave secara global, khususnya di Indonesia. Dan tentu saja hal ini memerlukan penanganan yang lebih pada para Korean Fanatik.

Untuk mengatasi fans fanatic tersebut di atas,ada beberapa upaya yang dapat kita  lakukan, antara lain:

a.      Mengadakan bimbingan konsling terhadap fans fanatic
Adapun beberapa cara bimbingan konseling yang dapat dilakukan, yaitu sebagai berikut :
1. Mengajak fans fanatic untuk berpikir tentang beberapa gagasan dasar yang irasional yang telah memotivasi banyak gangguan tingkah laku.
2. Menantang  fans fanatic untuk menguji pendapatnya tentang Korean wave.
3. Menunjukkan kepada ketidaklogisan pemikirannya.
4. Menggunakan suatu analisis logika untuk meminimalkan keyakinan-keyakinan irasional fans fanatic.
5. Menunjukkan bahwa keyakinan-keyakinan itu tidak ada gunanya dan
bagaimana keyakinan-keyakinan akan mengakibatkan gangguan-gangguan
emosional dan tingkah laku di masa depan.
7. Menerangkan bagaimana gagasan-gagasan yang irasional bisa diganti
dengan gagasan-gagasan yang rasional yang memiliki landasan empiris, 

17


8. Mengajari fans fanatic bagaimana menerapkan pendekatan ilmiah pada cara
bepikir sehingga mereka bisa mengamati dan meminimalkan gagasan-gagasan    irasional dan kesimpulan-kesimpulan yang tidak logis sekarang maupun masa yang akan datang, yang telah mengekalkan cara-cara merasa dan berperilaku yang merusak diri.

b.      Dengan cara memberikan bimbingan kepada fans fanatic dari sudut pandang islam
            Selain dari upaya di atas, untuk mengurangi demam korea bagi fans fanatic juga dapat di lihat dari sudut pandang islam. Islam mengatur setiap aspek dalam kehidupan mulai dari hal-hal yang remeh hingga perkara yang  kompleks. Dari urusan buang air kecil sampai urusan mengatur negara. Dan setiap manusia yang mengaku beragama Islam, ia terikat sepenuhnya kepada seluruh hukum Islam tanpa terkecuali. Tidak dibenarkan baginya menerima dan mengadopsi satu hukum Islam sementara menolak untuk menerapkan hukum yang  lain. Oleh karena itu, dalam memandang permasalahan ini, kita sebagai muslim harus melihatnya dengan sudut pandang Islam.
Demi Tuhanmu, mereka pada hakikatnya tidak beriman sebelum mereka menjadikan kamu (Muhammad) hakim dalam perkara apa saja yang mereka perselisihkan kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka atas putusan yang engkau berikan, dan mereka menerimanya dengan sepenuhnya.(QS an-Nisa’ [4]:86)
Sah-sah saja menyukai musik-musik Korea. Karena mendengarkan musik dalam Islam sendiri hukumnya mubah, boleh dilakukan selama tidak terdapat perkara yang menjadikannya haram. Misalkan mendengarkan musik  sampai melalaikan shalat, liriknya mengarah pada pemujaan terhadap lawan jenis dan mengandung kemusyrikan, maka aktivitas mendengarkan musik yang kita lakukan menjadi aktivitas yang  haram. Selain itu, maka boleh-boleh saja kita mendengarkan musik. Yang menjadi masalah dalam kasus ini adalah jika kita juga mulai mengidolakan para penyanyinya hingga semua yang berkaitan dengan mereka kita ikuti, dari penampilan hingga gaya hidup mereka.

18
Pertanyaannya, apakah gaya hidup mereka sesuai dengan hukum Islam hingga layak untuk diikuti? Tentu saja jawabannya tidak. Para personel Girl Band misalnya, mereka memakai pakaian-pakaian minim yang memperlihatkan aurat mereka. Setali tiga uang dengan Girl Band, Boy Band pun sama saja. Rata-rata musik mereka menggambarkan gaya hidup remaja yang penuh hura-hura. Tidak layak sedikit pun gaya hidup seperti ini diikuti oleh  kaum muslim, khususnya remaja-remaja muslim.

c.      Dengan cara lebih mengenalkan budaya Indonesia kepada fans fanatic

sebaiknya sebagai remaja  Indonesia yang baik, kita lebih mengenal budaya Indonesia di bandingkan budaya korea, dan strategi dari budaya korea yang mereka pakai seharusnya mampu di contoh oleh para remaja Indonesia bukan malah meniru atau menjiplaknya.

            Sebaiknya remaja Indonesia harus lebih mengembangkan kemapuan kita sebagai orang Indonesia. Rebut kembali perhatian remaja Indonesia yang telah direbut oleh mereka. Dan yang terpenting olah kembali kebudayaan kita agar para remja mau dan senang dengan kebudayaan yang di miliki Indonesia.









19



Bab III
Penutup

3.1 Kesimpulan
Demam Korea  atau Korean Wave sekarang sedang berkembang di Indonesia.  Hal   ini  diakibatkan karena penyebaran dan pengaruh budaya Korea di Indonesia, terutama melalui dunia entertainment seperti musik Kpop dan beberapa drama Korea.
Demam korea di Indonesia juga memberikan pengaruh yang cukup besar bagi para remaja Indonesia seperti cara berpakaian, dan bahkan hal ini juga dapat terlihat dengan adanya kemunculan dari  boyband dan girlband asal Indonesia. Kemunculan boyband dan girlband di Indonesia juga cukup memberikan pengaruh pada remaja Indonesia. Bagi remaja Indonesia yang pada dasarnya mencintai musik Indonesia, tentulah kemunculan boyband dan girlband tanah air memberikan warna baru yang dapat meramaikan industri musik Indonesia. Sebaliknya, bagi para remaja yang sudah lama menyukai musik luar daerah, banyak yang beranggapan bahwa boyband dan girlband Indonesia banyak yang menjiplak  boyband  dan  girlband  Korea yang sudah lebih dulu ada.
Demam Korea tentunya juga memberikan dampak negatif dan positif bagi remaja Indonesia, mereka yang menyukai Korea cenderung lebih boros daripada para remaja yang lebih menyukai musik Indonesia, dan perilaku atau moral mereka cenderung lebih bebas dan kadang tidak sesuai dengan kebudayaan dan tata krama Indonesia. Namun, dengan adanya demam korea juga bisa dijadikan sebuah lapangan kerja yang cukup menggiurkan, mengingat para peminat musik ataupun drama Korea tidaklah sedikit. Selain itu, dampak positif lainnya adalah para pecinta Korea dapat saling berteman dan berbagi pengalaman bersama para Kpopers lain. Tentu hal ini juga dapat mengajarkan mereka agar bisa bersosialisasi yang baik dengan orang lain.

                                               

20



0 komentar on "Makalah Kebudayaan Korea-Indonesia"

Poskan Komentar

 

Simple Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting